<p>&nbsp;</p><body>p</body>

               

KLIPING LAIN: December 2004
February 2005


APA KATA MEREKA:

Ayo berbagi info dan komentar di FORUM DISKUSI PSM

 

 Wednesday, February 16, 2005

OSVALDO AKHIRNYA JADI MILIK PSM

MAKASSAR -- PSM akhirnya memastikan striker Osvaldo Moreno tetap menjadi bagian dari skuad Pasukan Ramang untuk Liga Indonesia XI.
Setelah sempat muncul ancaman hengkangnya bomber asal Paraguay tersebut ke klub lain, pengurus PSM akhirnya mengambil sikap untuk segera mengontrak Osvaldo.

Seperti diberitakan sebelumnya, mantan pemain Persib Bandung tersebut tidak lagi bergabung dengan tim setelah tampil di turnamen Piala Emas Bang Yos (PEBY) II lalu karena belum jelasnya status di PSM. Namun menurut pengurus semua masalah telah diselesaikan, dan sesuai jadwal, dinihari tadi Osvaldo sudah tiba di Makassar.

"Tak ada lagi masalah dengan Osvaldo. Kita telah mencapai kesepakatan dengan Nelson
Sanchez sebagai agen. Besok (hari ini, red) Osvaldo sudah akan bergabung dengan pemain lainnya untuk berlatih, jelas Syamsul Qamar, Wakil Bendahara PSM sekaligus anggota tim pencari dan seleksi pemain.

Gatot --sapaan Syamsul Qamar-- mengakui memang sempat terjadi tarik ulur soal harga pemain yang menyumbangkan satu gol buat PSM di ajang PEBY II tersebut. Sebagai pemain yang jadi incaran banyak klub, Sanchez mematok harga yang cukup tinggi. Namun, mengingat kebutuhan di lini depan, kubu PSM akhirnya menyepakati.

"Jumlahnya sesuai dengan harga standar maksimal pemain asing yang ditetapkan PSSI. Apa boleh buat, semoga harga mahal buat Osvaldo bisa dibayar dengan prestasinya di lapangan," tutur Gatot. Sekadar diketahui, musim ini PSSI mematok harga maksimal Rp600 juta buat pemain asing. Selain kontrak, Osvaldo juga mendapatkan tiket penerbangan Indonesia-Paraguay untuk dua orang. Hanya untuk fasilitas kendaraan pengurus tidak menyediakannya.

Selain Osvaldo, tadi malam pengurus juga sudah melakukan ikatan kontrak dengan empat pemain baru yakni Uci Sanusi, Edy Musriza, Ahmad Junaidi, dan Abraham Tobias. Abraham baru tiba di Makassar, Minggu, 13 Februari, dan sudah bergabung dalam latihan kemarin.

Dengan bergabungnya pemain-pemain tersebut, PSM tinggal menantikan dua pemain lagi yakni bek kiri Paulus Krey dan stopper asal Brazil, Jonathan de Olivera. Paulus sesuai jadwal juga sudah tiba tadi malam, sementara Jonathan rencananya baru bergabung hari ini.
(sumber: Fajar)

# posted by fahrie : 3:38 PM

RAJA RAJA TERANCAM BAHAYA!

Jika tak segera berbenah, alamat bahaya menghadang saat kompetisi LI 2005 mulai bergulir. Catatan khusus layak diberikan tuan rumah sekaligus juara bertahan PEBY, Persija.

Walau dihuni mayoritas pemain timnas jebolan Piala Tiger 2004, tim Macan Kemayoran tak menujukkan performa bagus sepanjang turnamen.

Hasil dua kali imbang (PSIS, PSM) plus satu kali kekalahan (Geylang FC) tak sebanding dengan pengeluaran duit Persija. Tak kurang dana Rp 5 miliar dari total dana Rp 7 miliar sudah dirogoh manajemen Persija untuk membeli pemain.

Kelemahan paling terasa ada di barisan pemain asing. Kedatangan Jaldecir Deca Dos Santos (PSS), Ayouk Louis Berty (Persijatim), serta Blajco Alexander dan Puscha Ghrenadie (Moldova) tak mampu menutupi kepergian pilar asing Argentina, seperti Emanuel de Porras dan Gustavo Ortiz.

Bahkan bisa dibilang skill individu bintang asing gres kalah jauh dibanding pemain lokal timnas yang mangkal di Persija.

"Mereka jauh dari harapan. Dengan kondisi tersebut berat rasanya pengurus mempertahankan mereka," ungkap IGK Manila, manajer Persija.

Manila akan mencari tiga pemain baru di posisi striker dan playmaker. Nama kapten timnas, Ponaryo Astaman, menjadi incaran. Sumber BOLA menyebutkan Persija tengah melakukan negosiasi harga dengan gelandang asal PSM itu.

PSIS Menyodok
Nasib tak jauh beda dialami runner-up LI 2004, PSM. Kepergian mayoritas pemain pilar musim lalu membuat kekuatan tim Juku Eja timpang.

Seperti Persija, kehadiran pemain asing baru seperti Osvaldo Moreno (Persib), Mariano, dan Renanto tak mampu memberi kontribusi berarti buat tim. "Manajemen baru merasa sreg dengan Ronald Fagundez dan Ebanda Herman," kata Ilham Sirajuddin, Ketua Umum PSM.

Persib kurang lebih sama. Keinginan pelatih veteran, Indra Thohir, mengedepankan pemain-pemain lokal asal Jabar perlu ditinjau ulang. Acungan jempol justru layak diberikan PSIS, yang tampil sebagai tim kuda hitam.

Kedatangan De Porras ditambah pemain asing muda berkelas seperti Esaiah Pello Benson membuat pasukan Mahesa Jenar lebih bertenaga. Kehadiran pemain-pemain utama buangan Persijatim juga menjadi nilai lebih.

"PEBY memang cuma ajang pematangan komposisi tim. Di kompetisi LI kami baru bermain habis-habisan," ujar Bambang Nurdiansyah, pelatih.

PLUS-MINUS PESERTA PEBY

Persija
(+): Jika dioptimalkan, kekuatan serangan lewat sayap akan menakutkan karena ada Ismed Sofyan dan Ortizan Solossa.
(-): Kehadiran bek-bek timnas belum membuat lini belakang lebih kuat. Selain ceroboh, mereka lambat. Pemain asing di lini tengah dan depan kualitasnya meragukan.

PSM
(+): Lini tengah terasa tetap bertenaga dengan kehadiran trio Syamsul Chaeruddin, Ponaryo Astaman, dan Ronald Fagundez.
(-): Kemampuan striker asing di lini depan belum mantap. Begitu pula dengan lini belakang. Kehadiran pemain muda minim pengalaman meninggalkan banyak lubang.

Persib
(+): Sebagian pemain asing mempunyai skill individu bagus bisa mendongkrak performa tim.
(-): Karena banyak dihuni pemain gaek, stamina pun melorot di babak kedua, sementara pelapisnya tak setara.

PSIS
(+): Kualitas pemain asing di semua lini cukup bagus dan bisa mendongkrak performa tim.
(-): Penampilan tim belum stabil, terutama saat mendapat tekanan.

Persebaya
(+): Sebagian tiang utama lokal maupun asing masih cukup bisa diandalkan karena mereka berpengalaman. Terlebih dengan masuknya Edu Juanda.
(-): Motivasi juara tak tinggi lagi, ditambah banyak pemain muda yang masih mentah. Kualitas tim inti dan cadangan amat timpang.

(sumber: Bola)

# posted by fahrie : 3:24 PM

 Friday, December 10, 2004

PSM MINTA PSSI FASILITASI PERTEMUAN

Enggan dirugikan pada partai akhir Ligapro X, PSM meminta PSSI untuk memfasilitasi pertemuan tiga tim yang bersaing memperebutkan tahta juara.
Permintaan ini dilontarkan kubu PSM menyusul besarnya kemungkinan main mata yang akan terjadi akibat perbedaan penetapan waktu pertandingan, kendati digelar di hari yang sama. Diberitakan, Persebaya memberi mampu hijau untuk mengikuti jadwal PSM. Mereka ingin main malam seperti halnya PSM.

Seperti diketahui, tiga tim papan atas, PSM, Persebaya, dan Persija akan melakoni partai akhir musim kompetisi tahun ini secara bersamaan, 23 Desember. PSM di kandang menjamu tim papan tengah PSMS, sementara di hari yang sama, Persebaya menjamu Persija.

Seperti diketahui, ketiga tim masing-masing memiliki dua partai sisa. Sebelum menjalani partai akhir, PSM akan menjamu tim papan bawah PSPS (19/12), Persebaya melawan Pelita KS (19/12), dan Persija bertandang ke Lamongan dijamu Persela (19/12).

Kalau ketiga tim menang, klasemen sementara sebelum partai akhir digelar dipimpin Persija dengan 60 poin, Persebaya di urutan kedua unggul selisih dua poin (58), dan PSM juga 58 di urutan ketiga.

Kalau semua menang, partai akhir kemungkinan aksi tidak fair memang kecil. Tapi, andai Persija kalah di Lamongan, maka tim Macan Kemayoran tentu kehilangan peluang untuk menjadi juara kendati bisa menggaet tiga poin melawan Persebaya.

Ini menjadi titik fokus perhatian kubu PSM. Sangat rawan terjadi main mata. Ditakutkan, ada saling atur untuk mematahkan langkah PSM. Makanya, pertemuan antara tim papan atas ini sangat perlu digelar lebih dulu untuk mengantisipasi segala kemungkinan ini.

Bidang Liga PSSI sebaiknya memanggil ketiga tim ini untuk membicarakan soal penetapan waktu main. Terkhusus, soal selisih waktu antara wilayah Barat dan Timur. Semuanya harus diperjelas agar tidak ada saling curiga. Jangan hanya berbentuk polemik di media massa saja.

Nantinya, PSM tetap merasa tidak dirugikan dengan waktu main partai akhir yang dilakukan secara bersamaan. "Tapi, harus diperjelas bersamaan seperti apa. Kalau PSM seperti biasa bermain pukul 19.30 Wita, maka Persebaya harus main pukul 17.30 WIB. Di samping itu, pertemuan yang sangat kami harapkan ini, tentu bisa membahas hal lain yang kemungkinan kembali menjadi masalah di belakangan hari," tegas Manajer Tim PSM, Kadir Halid, Kamis, 9 Desember.

Sementara itu, kekhawatiran sanksi partai usiran akan menimpa PSM buntut keributan penonton pada pertandingan melawan Persija Jakarta, 29 November lalu, akhirnya tidak terbukti.
Setelah mendengarkan laporan dari kubu PSM, Persija dan wasit Jajat Sudrajat pada sidang di Sekretariat PSSI, Selasa, 7 Desember, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akhirnya memutuskan vonis bebas terhadap PSM.

Menurut Ketua Komdis, Togar Manahan Nero, tidak cukup bukti yang dapat digunakan untuk memberikan sanksi, meski sebelumnya PSM sudah mendapat peringatan keras dari PSSI.

"Berdasar apa yang tercantum dalam laporan pertandingan dan bukti yang disodorkan kedua tim, tidak cukup kuat bagi Komdis untuk memberikan hukuman," jelas Togar usai sidang kemarin.

Selain vonis bebas bagi PSM, Komdis juga tidak menindaklanjuti laporan terhadap sikap pelatih Persija Serghei Dubrovin yang melakukan protes keras di tengah pertandingan, serta ulah Manajer Persija IGK Manila yang memasuki ruangan wasit saat jeda babak pertama seperti yang dilaporkan pihak PSM.

Togar menilai tindakan Serghei tersebut masih dalam batas kewajaran, sementara Manila, sesuai bukti yang terima Komdis hanya sampai di pintu ruangan. "Manila tidak masuk ke ruang wasit, jadi belum layak untuk dijatuhi hukuman," ungkap Togar.

Keterangan Togar ini tentu berbeda dengan kenyataan di lapangan di mana beberapa saksi melihat Manila berbicara langsung dengan wasit Jajat di dalam ruangan. Atas dasar itu pula PSM mengajukan protes keras mengingat dalam kasus yang sama Manajer Tim PSM Kadir Halid pernah mendapat skorsing selama tiga bulan.

Satu lagi pengaduan PSM, yakni soal buruknya kepemimpinan wasit Jajat pada pertandingan melawan Persija, oleh Komdis akan dilanjutkan ke Komisi Wasit untuk mendapat keputusan.

Soal protes tuan rumah setelah wasit tidak memberikan hadiah penalti menyusul handsball seorang pemain belakang Persija, Komdis bisa menerima penjelasan dari Jajat. Kepada Komdis, wasit asal Jawa Barat itu mengaku tidak melihat kejadian tersebut. Dalam aturan FIFA, meski asisten wasit sudah mengangkat bendera, namun keputusan tetap di tangan wasit.

Pihak PSM yang pada sidang kemarin diwakili Ketua Bidang Pertandingan Anas Genda, Sekretaris Pengelola Hasanuddin Baso, serta Penasihat Hukum Hasbi Ali, SH, bisa menerima keputusan Komdis tersebut meski tiga laporannya tidak ditindaklanjuti.

"Bagi PSM yang penting kita menyampaikan semua laporan mengenai kejadian pada pertandingan lalu. Soal keputusan akhir, kita serahkan sepenuhnya ke tangan Komdis," ujar Hasanuddin ketika dihubungi di Jakarta, kemarin. Soal vonis bebas kepada PSM, Anas mengaku sangat lega karena sudah sesuai harapan sebelum sidang ini digelar.

"Sejak awal kami memang menuntut keadilan dari Komdis. Kalau PSM dikenakan sanksi, kita akan melakukan protes keras. Sebab, pada pertandingan lalu kejadian terjadi seusai peluit panjang. Adapun keributan tersebut semua diawali kepemimpinan wasit. Pengurus PSSI yang hadir di stadion bisa menilai sendiri pantas-tidaknya PSM dikenakan sanksi," jelas Anas.
(Sumber: Fajar Online)

# posted by fahrie : 1:46 PM

 Monday, December 06, 2004

MOMEN-MOMEN MENDEBARKAN

Ketatnya persaingan antara tiga tim papan atas Liga Indonesia menuju puncak tahta juara kini memasuki momen-momen mendebarkan. Ketiga tim yang berpeluang, PSM, Persebaya dan Persija kini sama-sama menyisakan 2 pertandingan lagi. Bagaimana saja langkah mereka nanti? Kita lihat dulu berbagai kemungkinannya:

KEDUDUKAN SEMENTARA KETIGA TIM:
................................................
Nama Tim Main Menang Seri Kalah Gol GD Nilai
1. Persija.........32....17......6......9...48-29..19...57
2. Persebaya...32....15.....10......7...51-24..27...55
3. PSM...........32....15.....10......7...42-27..15...55
................................................

PSM JUARA KALAU:
- Memenangkan 2 partai sisa dan Persija kalah lawan Persela serta seri dengan Persebaya
- Memenangkan 2 partai sisa dan Persija kalah dalam salah satu partai sisanya serta Persebaya hanya mampu menang sekali.


PERSIJA JUARA KALAU:
- Memenangkan 2 partai sisa
- Sekali Menang dan sekali seri dari 2 partai sisa dengan catatan PSM tidak menang besar dan Persebaya minimal sekali seri


PERSEBAYA JUARA KALAU
- Memenangkan 2 partai sisa
- Menang melawan Persija dan PSM kalah dalam salah satu partainya.

# posted by fahrie : 11:34 AM

 Sunday, December 05, 2004

PENGURUS PSM BERI KESEMPATAN PEMAIN LOKAL

Pengurus PSM Makassar memberi kesempatan dan peluang yang sebesar-besarnya kepada pemain lokal untuk berkiprah membela PSM pada musim kompetisi liga utama 2005. "Kita akan beri peluang lebih besar kepada pemain lokal, disamping pemain dari luar, untuk memperkuat PSM pada musim kompetisi 2005," kata Ketua Umum PSM Ir H Ilham Arief Siradjuddin, di Makassar, Jumat (3/12).
Ilham yang juga Walikota Makassar mengatakan, potensi pemain lokal cukup besar, namun mereka gagal menjadi pemain andal di daerahnya antara lain karena sistem rekrutmen yang tidak benar. Banyak pemain asal klub anggota PSM maupun daerah lain di Sulsel yang memiliki kemampuan cukup baik, namun mereka hijrah dan membela klub lain karena tidak terpilih dalam seleksi di PSM.

Syamsidar dari Gaslu, Luwu Utara (Sulsel), mantan kiper Persim Maros, kini menjadi kiper utama Persija Jakarta dan Hamka Hamzah kini menjadi pilar utama Persik Kediri, merupakan contoh pemain Sulsel mampu berkiprah di luar setelah mereka gagal di daerah sendiri, ucap Ilham.

Ilham yang terpilih sebagai Ketua Umum PSM periode 2004-2008 pada rapat umum anggota PSM di Makassar, Kamis, mengingatkan para anggota klub PSM untuk terus melakukan pembinaan pemain. PSM pada musim kompetisi liga utama 2005 akan memberi prioritas kepada pemain lokal dalam tim inti, disamping pemain asing dan pemain lainnya dari berbagai klub di luar PSM.

Jika ternyata dalam seleksi pembentukan tim PSM nanti banyak pemain lokal yang memiliki kemampuan, pengurus akan memilih mereka sebagai prioritas utama, katanya. Konsentrasi PSM saat ini adalah menuju tangga juara musim kompetisi Liga Bank Mandiri (LBM) X 2004 yang akan berakhir pada 23 Desember 2004.

Meski berat, tetapi target PSM tahun ini adalah juara dengan tekad memenangi dua partai kandang terakhir masing-masing melawan PSPS Pekanbaru 19 Desember dan PSMS Medan 23 Desember 2004. Pada rapat anggota PSM, Ilham terpilih sebagai Ketua Umum PSM periode 2004-2008 sekaligus sebagai ketua formatur menggantikan Baso Amiruddin Maula. Dia didampingi anggota formatur lainnya Drs H Kadir Halid, Abbas Ninring, Diza Ali, Hasanuddin Baso, H Rivai dan M Arfah.
(Sumber: Waspada Online; foto: Bolanews.com)

# posted by fahrie : 1:50 PM

 Saturday, December 04, 2004

CURIGA HASIL PERTANDINGAN
Saling Tuding, Sebar Mata-mata

Isu jual-beli pertandingan menjelang berakhirnya LI 2004 mulai merebak. Sinyalnya terlihat dari hasil-hasil tak terduga yang terjadi belakangan ini.

Persaingan memburu tangga juara membuat dua laga sisa kompetisi seusai jeda Piala Tiger rawan jual-beli. Soal degradasi, lupakan. Tak ada lagi ketegangan akan terlempar. Akpro sudah merilis kepastian LI 2005 dua wilayah.

Tim-tim berpeluang juara diduga siap memberi uang saku buat tim lawan. Tentu saja dugaan ini dibantah.

Yang pasti, perbedaan poin sedemikian tipis di papan atas membuat Persija (57 angka), PSM (55), dan Persebaya (54) berjuang keras mengeruk hasil maksimal di setiap laga sisa. Kecurigaan antarkontestan papan atas pun tak terbendung.

"Saya curiga Persebaya mulai melakukan permainan kotor. Hasil imbang kacamata tim Bajul Ijo di kandang Persita layak dipertanyakan," ungkap IGK Manila, manajer Persija.

Persija, yang mengirimkan mata-mata khusus memantau laga itu, melihat ada keganjilan. "Banyak peluang yang terkesan sengaja dibuang Persita," ungkap Asrizal, Bendahara Persija.

Kekuatan tim tuan rumah sengaja dihabisi sebelum laga kedua tim berlangsung. Akibatnya Giman Nurjaman dan Firman Utina absen karena akumulasi kartu.

"Saya khawatir kejadian itu juga akan dialami pemain kami menjelang pertemuan terakhir melawan Persebaya di Surabaya, 23 Desember," ujar Manila. Saat dijamu Persela (19/12), beberapa pilar Persija seperti Emanuel de Porras rawan akumulasi kartu.

Pengawasan Kurang
"Partai pamungkas PSM melawan PSMS, yang dimainkan belakangan setelah partai Persebaya vs Persija, juga layak dicurigai. Hasil akhir laga itu akan sangat berpengaruh pada penentuan juara, apalagi kalau sudah menyangkut selisih gol," ungkap H. Susanto, Ketua Harian Persebaya.

Cara-cara halus itu membuat PSSI sulit mengungkap persekongkolan.

"“Kami tidak bisa main tuduh. Selama tak ada bukti, PSSI tak bisa berbuat apa-apa. Tapi, yang jelas kami akan memperketat pengawasan di dua partai sisa dengan menyebar mata-mata," ujar Nugraha Besoes, Sekjen PSSI.

"Percuma. Banyak pengurus yang juga ikut bermain, apalagi rekomendasi format LI 2005 dua wilayah oleh Akpro menghapuskan degradasi LI 2004. Sudah pasti tim-tim papan bawah masuk dalam lingkaran permainan. Juga tim-tim divisi satu yang gagal promosi, toh diloloskan," ujar salah satu pengurus klub.
(Sumber: BOLA)

# posted by fahrie : 9:01 AM

 Friday, December 03, 2004

PSM TERANCAM GELAR PARTAI USIRAN
Buntut Keributan Lawan Persija

Perjuangan PSM Makassar untuk memaksimalkan dua partai kandang terakhir di ajang Ligapro X bisa semakin berat.
Selain tuntutan harus menang untuk menjaga peluang di bursa juara, PSM juga terancam harus berlaga di tempat netral tanpa penonton. Pasalnya, Komisi Disiplin PSSI saat ini sudah menyiapkan sanksi partai usiran menyusul keributan yang terjadi saat PSM menjamu Persija Jakarta, 25 November lalu di Stadion Mattoanging.

Komdis memang belum mengeluarkan keputusan resmi. Sebab, sidang yang rencananya digelar kemarin di Sekretariat PSSI Senayan Jakarta, batal terlaksana.

Meski sudah dihadiri anggota Komdis, pihak Persija serta wasit yang bertugas pada pertandingan lalu, Jajat Sudrajat, namun PSM tidak mengirimkan wakilnya. Surat panggilan telah dilayangkan ke sekretariat PSM, namun tak satu pun pengelola atau panitia pertandingan PSM yang hadir mengikuti sidang.

"Karena bertepatan dengan Rapat Klub Anggota PSM, makanya kita meminta penundaan hingga tanggal 7 Desember," ujar Sekretaris Pengelola PSM Ligapro X, Hasanuddin Baso, kemarin.

Dari penuturan sebuah sumber di PSSI, Komdis memang telah menyiapkan sanksi berat buat PSM. Pasalnya, status PSM sebelum menjamu Persija sudah mendapatkan peringatan keras.

Yang memberatkan adalah protes dari Persija seperti tercantum dalam laporan pertandingan bahwa telah terjadi pelemparan penonton selama dan hingga pertandingan berakhir. Selain itu, wasit Jajat Sudrajat juga mengaku telah mendapat perlakuan tidak wajar oknum suporter setelah pertandingan usai.

"Sanksi akan diberikan pada Ligapro X ini, dan tidak akan menunggu hingga Liga Indonesia XI digelar. Artinya, PSSI tinggal menentukan, apakah saat PSM menjamu PSPS atau PSMS yang harus digelar di tempat lain," kata sumber tersebut.

Siapkan Pembelaan

Menanggapi kemungkinan sanksi tersebut, kubu PSM mengaku tidak khawatir. Bahkan, Hasanuddin saat ini sedang menyiapkan pembelaan yang akan dibawa ke sidang nanti.

Isi pembelaan tersebut antara lain protes PSM terhadap sikap pelatih Persija Serghei Dubrovin yang melakukan protes ke meja Pengawas Pertandingan (PP) saat pertandingan masih berlangsung.

Selain itu, PSM juga akan memprotes sikap Manajer Persija IGK Manila yang memasuki ruangan wasit setelah jeda babak pertama. Yang paling disesalkan adalah keputusan wasit Jajat yang tidak memberikan penalti pada PSM setelah salah seorang pemain belakang Persija handsball di kotak penalti. Padahal, asisten wasit saat itu sudah mengangkat bendera.

"Sikap pelatih dan manajer Persija tersebut jelas-jelas melanggar aturan. Selain itu, PSSI juga harus adil melihat awal dari kemarahan penonton. Penonton tidak akan melakukan tindakan seperti itu jika kepemimpinan wasit berjalan fair," jelas Hasanuddin yang akan mewakili PSM pada sidang nanti bersama Ketua Bidang Pertandingan, HM Anas Genda.

Manajer Tim PSM Kadir Halid juga sepakat jika Manila terkena skorsing akibat ulahnya telah memasuki ruangan wasit. Pasalnya, Kadir juga pernah mendapatkan skorsing selama tiga bulan tidak boleh mendampingi tim karena tindakan yang sama sewaktu PSM menjamu Persik Kediri pada putaran pertama lalu.

"Dulu saya juga dikenai skorsing karena memasuki ruangan wasit. Jadi, PSSI harus adil dan Manila juga layak kena skorsing," tegas Kadir.
(sumber: Fajar Online; Foto: www.suarapembaruan.com)

# posted by fahrie : 9:23 PM

ILHAM INGIN PSM DI TANGAN PENGURUS
Jika Terpilih Sebagai Ketua Umum

Harapan agar Walikota Makassar Ilham Arief Siradjuddin dapat memimpin kepengurusan PSM untuk periode 2004-2008, tidak bertepuk sebelah tangan.
Meski tetap memberikan peluang bagi calon lain yang ingin maju ke bursa ketua, Ilham mengaku siap jika Rapat Umum Anggota PSM yang akan digelar hari ini memberinya kepercayaan sebagai ketua.

"Pada dasarnya untuk memimpin PSM ke depan, tidak harus walikota. Kalau memang ada yang mampu sebagai ketua, saya siap mengalah mengingat banyaknya hal lain yang harus menjadi tanggungjawab selaku Walikota Makassar.

Idealnya menurut saya kalau dalam kepengurusan ini Pemkot hanya menempatkan diri selaku pembina saja. Tapi kalau memang tidak ada calon lain, apa boleh buat. Amanah ini akan saya jalankan sebaik-baiknya," tutur Ilham, kemarin.

Sebagai langkah awal di kepengurusan mendatang, Ilham mengaku akan berupaya agar PSM yang menjadi kebanggaan masyarakat Sulsel bisa langsung dikelola oleh pengurus saja. Atau dengan kata lain, tidak akan ada lagi yang namanya lembaga pengelola.
Semua persoalan yang menyangkut PSM bakal ditangani langsung pengurus.

"Kita harapkan ke depan, PSM bisa ditangani langsung oleh Pemkot Makassar. Ini menjadi salah satu konsekuensi belum adanya pihak yang bersedia mengelola PSM musim depan," kata Ilham.

Meski demikian, kebijakan ini tentu tidak akan berjalan lancar jika legislatif tidak memberikan dukungan. Pasalnya, pengelolaan PSM yang membutuhkan biaya cukup besar meski sudah mendapat sponsor utama, tentu akan menjadi beban APBD daerah. "Kita berharap agar DPRD bisa memahami hal ini," ujarnya.

Kebijakan lain yang akan ditempuh Ilham dalam kepengurusannya nanti, adalah pembinaan sepakbola yang berkelanjutan. Pembinaan pemain ini diharapkan bisa terwujud dalam kompetisi-kompetisi yang akan dimarakkan kembali.

Pengurus mendatang harus mampu melihat ke depan. Kompetisi yang tidak berjalan pada periode lalu seharusnya tidak perlu terjadi andai pengurus mampu memberdayakan perserikatan-perserikatan yang tergabung dalam PSM.

Untuk kompetisi-kompetisi di lingkup PSM, seharusnya bisa diselenggarakan oleh perserikatan saja. Tidak harus ditangani semua oleh pengurus. Banyak perserikatan yang memiliki pengalaman menyelenggarakan kompetisi namun tidak di manfaatkan.

Kalau kompetisi bisa berjalan baik, maka dipastikan pembinaan pemain-pemain lokal juga akan berjalan. "Ke depannya nanti, kita sangat berharap PSM bisa didominasi oleh pemain lokal tanpa harus terpuruk dalam prestasi. Saat ini, yang sangat diperlukan adalah memperkuat pemain lapis kedua PSM. Kuncinya hanya pembinaan yang berkelanjutan," terangnya.
(Sumber:www.fajar.co.id)

# posted by fahrie : 8:39 PM

MEMELIHARA TRADISI TERHORMAT

JUARA Liga Bank Mandiri (LBM) kali kedua bukan hal yang mustahil buat PSM Makassar. Mereka memiliki semua syarat untuk itu, teknis maupun nonteknis.

PSM memiliki tradisi yang terhormat di Liga Indonesia (LI). Tiga kali di posisi kedua, dua kali semifinal, dan sekali juara. Itu artinya kualitas para pemainnya dari musim ke musim tetap mumpuni. Seperti ada benang merah yang terus dijaga dari satu era kepengurusan ke kepengurusan lain untuk mengedepankan aspek peningkatan prestasi. Ada komitmen bersama demi kejayaan sepakbola Makassar -dan Sulawesi Selatan pada umumnya - yang terus dijaga.

Karena kerangka besarnya sudah jelas, maka komunitas sepakbola Makassar memaklumi kalau kiat dan siasat dari musim ke musim tak selalu sama. Pasalnya, harus menyiasati dengan kondisi yang ada.

Paling kentara tentu penggunaan pemain asing dan non-Makassar yang kian dirasakan perlu dalam empat musim terakhir ini. Kehadiran mereka diperlukan untuk 'memperkaya' kekuatan tim Juku Eja.

Demikian juga pelatihnya. Bahkan musim ini, juga terasa mengejutkan kalau Syamsuddin Umar -yang membawa PSM juara Kompetisi Perserikatan PSSI 1994 dan bersama Henk Wullems (Belanda) juara LBM 2000- dan juga mantan bintang PSM untuk kali pertama meninggalkan Makassar untuk menerima tawaran Persita Tangerang.
Itu terjadi sebelum kemudian ia terpilih menangani timnas U-20.
Penggantinya adalah pelatih asing lainnya, Miroslav Janu asal Republik Ceko. Ia sebelumnya menangani Persigor Gorontalo.



Dengan perpaduan putra Makassar, empat pemain asing, dan sejumlah pemain lokal yang sebelumnya malang-melintang di berbagai klub LBM, komposisi PSM tetap terasa liat. Dan, kematangan mereka itu adalah salah satu modal untuk menjadi juara kembali.
(Sumber: www.ligabankmandiri.com)

# posted by fahrie : 5:01 PM

PERTARUNGAN MENUJU PUNCAK TAHTA LIGA BANK MANDIRI MEMANAS!

KETAT, mendebarkan, dan penuh intrik. Begitu atmosfer perburuan mahkota Liga Bank Mandiri (LBM) 2004 antara PSM Makassar, Persebaya Surabaya, dan Persija Jakarta.

Pertarungan tiga raksasa eks tim Perserikatan ini memang benar-benar jadi pusat perhatian publik sepakbola nasional. Sengit, dramatis, dan menguras emosi. Ketiga tim berusaha keras tak mau tergelincir oleh kerikil sekecil apa pun. Mental juara yang dimiliki ketiga tim benar-benar diuji.

"Peluang ketiga tim masih fifty-fifty. Mental juara akan sangat menentukan siapa yang tampil sebagai kampiun," ungkap Danurwindo, mantan pelatih tim nasional Indonesia.

Persija, misalnya, cukup sukses dalam tiga laga krusial terakhir. The Jak sukses mencuri dua poin dalam dua tur mautnya, di kandang Persipura dan PSM. Minggu (28/11), pasukan Sergei Dubrovin ini menggilas Persik Kediri 1-0 sekaligus revans atas kekalahan 1-5 di pertemuan pertama di Kediri.

"Saya cukup puas dengan kemenangan ini. Tapi, para pemain dan seluruh ofisial masih harus lebih siap menghadapi tiga partai sisa yang menentukan. Terutama kesiapan fisik dan mental," ucap Sutiyoso, Pembina Persija yang juga Gubernur DKI Jaya, seusai menyaksikan langsung duel Persija dengan Persik.

Dari Makassar, tim Juku Eja kembali gagal meraup poin penuh. Setelah ditahan Persija 1-1, Kamis (25/11), kali ini tim asuhan Miroslav Janu ditahan Persipura 0-0. Hasil ini membuat peta persaingan antara PSM, Persija, dan Persebaya kian ketat.

Di tengah persaingan super panas itu, Persija 'berteriak' karena tak puas dengan jadwal pertandingan yang merugikan. Sebaliknya, Persebaya dan PSM sangat diuntungkan. Bayangkan, Persija harus melakukan empat pertandingan 'berat' dalam dua pekan. Setelah melakukan tur maut ke Wamena - homebase Persipura - dan Makassar, Persija harus melakukan dua partai home melawan Persik, Minggu (28/11), dan Persijatim FC, Rabu (1/12). "Kami benar-benar dirugikan dengan jadwal seperti ini. Lawan kami justru sangat diuntungkan," gerutu I.G.K. Manila, Manajer Tim Persija.

Bukan cuma itu. Persija juga mengeluh dengan intrik Persebaya yang menunda jadwal pertandingan melawan tuan rumah Semen Padang (SP) dari Minggu (28/11) jadi Sabtu (4/12). Meski kubu SP beralasan Stadion Haji Agus Salim dipakai untuk konser musik, kubu Persija dan PSM menilai itu sebagai intrik unfair di tengah persaingan yang sangat ketat.

"Mereka bukan cuma menunggu hasil pertandingan tim lain, tapi juga sangat positif untuk menjaga kebugaran para pemainnya," protes Manila.
(sumber berita: Media GO, Foto: Tabloid Bola)

# posted by fahrie : 2:45 AM

scroll up scroll down

 

an unofficial weblog of PSM MAKASSAR, the GREATEST Football Club in INDONESIA