Friday, December 03, 2004
MEMELIHARA TRADISI TERHORMAT
JUARA Liga Bank Mandiri (LBM) kali kedua bukan hal yang mustahil buat PSM Makassar. Mereka memiliki semua syarat untuk itu, teknis maupun nonteknis.
PSM memiliki tradisi yang terhormat di Liga Indonesia (LI). Tiga kali di posisi kedua, dua kali semifinal, dan sekali juara. Itu artinya kualitas para pemainnya dari musim ke musim tetap mumpuni. Seperti ada benang merah yang terus dijaga dari satu era kepengurusan ke kepengurusan lain untuk mengedepankan aspek peningkatan prestasi. Ada komitmen bersama demi kejayaan sepakbola Makassar -dan Sulawesi Selatan pada umumnya - yang terus dijaga.
Karena kerangka besarnya sudah jelas, maka komunitas sepakbola Makassar memaklumi kalau kiat dan siasat dari musim ke musim tak selalu sama. Pasalnya, harus menyiasati dengan kondisi yang ada.
Paling kentara tentu penggunaan pemain asing dan non-Makassar yang kian dirasakan perlu dalam empat musim terakhir ini. Kehadiran mereka diperlukan untuk 'memperkaya' kekuatan tim Juku Eja.
Demikian juga pelatihnya. Bahkan musim ini, juga terasa mengejutkan kalau Syamsuddin Umar -yang membawa PSM juara Kompetisi Perserikatan PSSI 1994 dan bersama Henk Wullems (Belanda) juara LBM 2000- dan juga mantan bintang PSM untuk kali pertama meninggalkan Makassar untuk menerima tawaran Persita Tangerang.
Itu terjadi sebelum kemudian ia terpilih menangani timnas U-20.
Penggantinya adalah pelatih asing lainnya, Miroslav Janu asal Republik Ceko. Ia sebelumnya menangani Persigor Gorontalo.
Dengan perpaduan putra Makassar, empat pemain asing, dan sejumlah pemain lokal yang sebelumnya malang-melintang di berbagai klub LBM, komposisi PSM tetap terasa liat. Dan, kematangan mereka itu adalah salah satu modal untuk menjadi juara kembali.
(Sumber: www.ligabankmandiri.com)
#
posted by fahrie : 5:01 PM