<p>&nbsp;</p><body>p</body>

               

KLIPING LAIN: December 2004
February 2005


APA KATA MEREKA:

Ayo berbagi info dan komentar di FORUM DISKUSI PSM

 

 Saturday, December 04, 2004

CURIGA HASIL PERTANDINGAN
Saling Tuding, Sebar Mata-mata

Isu jual-beli pertandingan menjelang berakhirnya LI 2004 mulai merebak. Sinyalnya terlihat dari hasil-hasil tak terduga yang terjadi belakangan ini.

Persaingan memburu tangga juara membuat dua laga sisa kompetisi seusai jeda Piala Tiger rawan jual-beli. Soal degradasi, lupakan. Tak ada lagi ketegangan akan terlempar. Akpro sudah merilis kepastian LI 2005 dua wilayah.

Tim-tim berpeluang juara diduga siap memberi uang saku buat tim lawan. Tentu saja dugaan ini dibantah.

Yang pasti, perbedaan poin sedemikian tipis di papan atas membuat Persija (57 angka), PSM (55), dan Persebaya (54) berjuang keras mengeruk hasil maksimal di setiap laga sisa. Kecurigaan antarkontestan papan atas pun tak terbendung.

"Saya curiga Persebaya mulai melakukan permainan kotor. Hasil imbang kacamata tim Bajul Ijo di kandang Persita layak dipertanyakan," ungkap IGK Manila, manajer Persija.

Persija, yang mengirimkan mata-mata khusus memantau laga itu, melihat ada keganjilan. "Banyak peluang yang terkesan sengaja dibuang Persita," ungkap Asrizal, Bendahara Persija.

Kekuatan tim tuan rumah sengaja dihabisi sebelum laga kedua tim berlangsung. Akibatnya Giman Nurjaman dan Firman Utina absen karena akumulasi kartu.

"Saya khawatir kejadian itu juga akan dialami pemain kami menjelang pertemuan terakhir melawan Persebaya di Surabaya, 23 Desember," ujar Manila. Saat dijamu Persela (19/12), beberapa pilar Persija seperti Emanuel de Porras rawan akumulasi kartu.

Pengawasan Kurang
"Partai pamungkas PSM melawan PSMS, yang dimainkan belakangan setelah partai Persebaya vs Persija, juga layak dicurigai. Hasil akhir laga itu akan sangat berpengaruh pada penentuan juara, apalagi kalau sudah menyangkut selisih gol," ungkap H. Susanto, Ketua Harian Persebaya.

Cara-cara halus itu membuat PSSI sulit mengungkap persekongkolan.

"“Kami tidak bisa main tuduh. Selama tak ada bukti, PSSI tak bisa berbuat apa-apa. Tapi, yang jelas kami akan memperketat pengawasan di dua partai sisa dengan menyebar mata-mata," ujar Nugraha Besoes, Sekjen PSSI.

"Percuma. Banyak pengurus yang juga ikut bermain, apalagi rekomendasi format LI 2005 dua wilayah oleh Akpro menghapuskan degradasi LI 2004. Sudah pasti tim-tim papan bawah masuk dalam lingkaran permainan. Juga tim-tim divisi satu yang gagal promosi, toh diloloskan," ujar salah satu pengurus klub.
(Sumber: BOLA)

# posted by fahrie : 9:01 AM

scroll up scroll down

 

an unofficial weblog of PSM MAKASSAR, the GREATEST Football Club in INDONESIA